Minggu, 01 April 2012

Siapa Tuhan mu?


Profesor Bernar berkata semakin maju zaman, semakin tinggi tingkat peradaban dan kebudayaan umat manusia semakin luas otoritas intelektual manusia, lambat laun tapi pasti dengan pasti pula manusia berlomba-lomba meninggalkan agamanya masing-masing.
Ada 2 faktor yang melatarbelakangi fenomena yang sangat agresif ini.
Yang pertama, mereka menganggap bahwa agama sudah tidak sanggup menjawab kebutuhan umat manusia dan tidak lagi sesuai dengan zaman. Akibatnya mereka mencari solusi alternatif lain yang dapat menjawab problemanya. Sehingga sengaja atau tidak sengaja, sadar tidak sadar, lahirlah agama baru atau memang mereka melahirkan agama baru itu. Materialisme, sekuralisme, hedoenisme dalam text bahasa NabiHubbud Dunya Wa karohiyatal maut, Cinta Dunia yang serba-serbi berlebihan akibatnya mereka takut mati. Sisi lain mereka mejadikan agama adalah mitos-mitos lama, cerita-cerita sakral kalaupun yang dihidupkan dari agama yang hidup adalah ritual rutinitas bukan ritual yang berkualitas boleh jadi Allahu Akbar dihamparan sajadah, dimusholla, Allahu Akbar dimasjid tetapi dikantor, dihotel, dilapangan nafsu akbar. Dimulutnya bertasbih, bertahmid, bertahlil, bersholawat tapi dari mulutnya inilah ia berbohong, menipu, ghibah, fitnah. Lagi Sholat ia tutup auratnya, sopan, rapi, mulia. Sehingga mudah dikenal oleh penghuni langit dan bumi dan Allah abadikan dalam surah Al Ahzab "Mereka mudah dikenal sebagai wanita mu'minah dan tidak mudah diganggu". Tapi seribu kali sayang walapun berikrar dalam sholatnya tunduk, patuh, taat pada perintah  Allah, seusai sholat pakaian sopan santun mulia itu kembali ditanggalkan diganti dengan pakaian serba-serbi transparan.

Yang kedua, mereka menyatakan " my brain is my gods " Otakku adalah tuhanku, dengan kemampuan otak, olah otak melahirkan ilmu pengetahuan. Sains, dari sains melahirkan teknologi dengan teknologi segala urusan manusia akan dapat dicapai dengan segala kemudahan. Maka saat itu manusia tidak lagi membutuhkan agama, bahkan titik kulminisasinya bukanlah tuhan yang menciptakan manusia, tetapi manusialah yang mengada-adakan tuhan alias manusia yang menciptakan tuhan.
Denga alibi yang sangat nakal ia bertanya : Kalau memang tuhan ada, dimana adanya??
kalau tuhan itu ada kapan adanya?, telor ayamkah dulu atau ayam dulu?

kalau memang tuhan itu ada, bagaimana wujudnya?
Maka tidak mustahil ada agama yang mewujudkan tuhan dalam bentuk benda-benda, hewan, manusia. Sangat unik kan? tuhan dipersonifikasikan dalam bentuk manusia.

Baik kalau memang alam raya ini ciptaan tuhan dan itu menjadi alasan semua agama, lalu siapa yang menciptakan tuhan??
Pertanyaan-pertanyaan yang amat sangat nakal ini kita akan jawab dalam posting ini.

Dari dua pertanyaan diatas melahirkan dua pertanyaan.

Pertama, apakah semua agama tidak sanggup menjawab kebutuhan manusia dan tidak lagi sesuai dengan zaman. Sebagaimana Carmax berkata semua agama adalah candu, padahal tesis carmax hanya pada satu agama dari kegagalan agama gerejani kala itu, masih ingat? tirani intelektual Virjano, corpenicus, leo adalah tumbal dari tirani intelektual itu, kaum gerejani kala itu beranggapan bumi sentris padahal hasil penelitian ternyata matahari sentris, ambifalensi antara paham gerejani para ilmuwan ini, tetapi karena gerejani kala itu berkuasa mereka pun dihukum bahkan dieksekusi dengan cara dibakar hidup-hidup. Kemudian tirani ekonomi dimana jemaat diharuskan membayar sebagian hartanya untuk kepentingan tuhan bapa diatas sana tetapi malah digunakan untuk kepentingan pribadi kaum gerejani, kemudian yang menyakitkan adalah tirani kepercayaan dengan dukma lisensi pengampunan dosa oleh Paus. Kayak apapun dosa manusia akan dapat diampuni asal membayar. Atas nama fulan bin fulan bahwa dosa-dosanya diampuni. masa lalu, masa kini dan masa akan datang dan akan duduk berdampingan dengan tuhan bapa disana. Justru doktrin yang terakhir inilah menjadi pangkal halauganisme kebrutalan, semakin berani orang melakukan pelanggaran-pelanggaran agama, toh nanti diampuni oleh tuhan, semakin berani orang merampok, toh tinggal dibayar, semakin berani orang korupsi, toh akan beres dengan duit, yang baik menjadi jahat, yang jahat semakin menjadi-jadi jahatnya. Carmark kecewa lalu menarik kesimpulan dengan emosional Agama tak ubahnya seperti tirani, penjara kehidupan lalu termopoh-mopoh menyatakan semua agama adalah candu. Baik, kalau Carmark mengatakan semua agama adalah candu berarti Carmark berkata semua berkaki empat adalah kerbau, padahal tidak hanya kerbau berkaki empat,  kucing, anjing pun berkaki empat berarti pasti ada satu kebenaran mutlak diantara kebenaran misbi, yang mana?? justru ini yang akan kita bahas dalam posting ini.

Pertanyaan yang kedua, Manusia yang bagaimana yang pantas beragama? apakah manusia kalau sudah cerdas tidak lagi membutuhkan agama, dalam artian lain agama hanya milik orang-orang bodong, orang-orang terbelakang lalu kesan agama kesan orang terbelakangan kesan kampungan.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini diperlukan pengkajian secara objektif bukan subjektif, rasional bukan emosional, bahasan otak bukan hati, mengapa? jika pengkajiannya berdasarkan subjektif, emosional atau hati maka hasilnya adalah misbi, relatif dan semu alias kebenaran yang terbatas. Semua agama benar menurut kepercayaan dan keyakinannya masing-masing. Tidak salah, karena menurut kepercayaannya masing-masing, hasilnya relatif. Tetapi kalau dikaji secara rasional objektif tidak mungkin semua agama benar pasti ada kebenaran mutlak diantara kebenaran misbi, pasti ada kebenaran objektif, umum diantara kebenaran subjektif yang terbatas.

Baik, kita mulai pengkajian objektifitas ini dengan mencari jawaban syarat-syarat tuhan. Jika tuhannya benar, maka agamanya benar.

Pertama, Teori Realitifitas : Einstain, terbatas oleh empat dimensi Ruang, Waktu, Daya dan Guna. Selama terbatas oleh empat dimensi ini maka selama itu disebut alam raya berarti syarat tuhan yang pertama Mutlak tidak terbatas dan realitifitas inilah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang nakal tadi. Dimana, Kapan, Bagaimana dan Siapa menciptakan tuhan.

Kalau ada yang bertanya Dimana? berarti terbatas oleh dimensi tempat dan itu bagian dari alam, tuhan tidak terbatas dimensi tempat.

Kapan? terbatas dimensi waktu

Bagaimana? terbatas dimensi wujud dan guna

lalu siapa yang menciptakan tuhan? teori ini mengajarkan jawabannya adalah tuhan. Yang menciptakan tuhan, tuhan. yang menciptakan tuhan, tuhan. yang menciptakan tuhan, tuhan. Asal jawabannya tuhan pasti berhenti pada kata tuhan atau dihentikan oleh tuhan. Berarti teori realitifitas menyatakan tuhan mutlak, tidak terbatas hanya alam lah terbatas.

Yang kedua, Teori Non Automatic : Bahwa dimuka bumi ini tidak ada yang otomatis atau terjadi dengan sendirinya. Bim Salam Bim, Adakadabra laik magic show David C. dibalik wayang pasti ada dalang, dibalik film pasti ada sutradara, dibalik permainan pasti ada pemain, dibalik ciptaan pasti ada pencipta. Maka mungkinkah rotasi, evolusi alam yang menajubkan para Cosmolog sehingga melahirkan ilmu pasti, ruang angkasa Cosmologi itu terjadi dengan sendirinya? maka teori Non Automatic ini menjelaskan bahwa adanya pencipta alam raya ini, berarti tuhan sebagai pencipta. Maka dengan mudah teori Non Automatic ini menggugurkan teori Atheis yang menyatakan tuhan itu tidak ada, sebenarnya ia sudah bertuhan, bertuhan akalnya tatkala ia menyatakan tuhan tidak ada itulah yang menjadi tuhannya.

Ketiga, Teori The Mos : Paling, Ter, Tinggi, paling tinggi, tertinggi. Kuasa, paling kuasa, terkuasa. Mulia, paling mulia, termulia hanya 1 (satu) the one only satu dalam artian tuhan, tuhan itu hanya satu, tidak dua, tidak tiga apalagi multi tuhan. Kemudian satu dalam artian kebenaran, yang benar hanya satu semuanya salah. Pasti ada satu kebenaran objektif diantara kebenaran subjektif, pasti ada emas diantara timah, tembaga dan besi. Pasti ada mutiara disela-sela lumpur. Pasti ada tuhan diantara hantu-hantu. Pasti ada agama diantara agama-agama. kemudian ....

Yang keempat, Teori Super Nature Power : Adanya kekuatan dahsyat dibalik natur, kekuatan metafisik yang luar biasa, contoh yang sederhana adalah Ruh yang ada pada tubuh kita dan Ruh adalah bion yang hidup justru jasad ini adalah bion yang mati. Mayyit, bermata, bertelingan, berkaki tapi tidak dapat berbuat apa-apa karena ruhnya sudah tidak ada. Berarti Ruh adalah bion yang hidup dan sampai detik ini tidak ada seorang profesor pun apalagi yang awam berhasil mendeteksi bentuk dan warna Ruh.

Dari empat teori ini silahkan cari kitab yang dianggap suci oleh umatnya jika kitab itu mengandung empat teori ini, maka kitab suci itu benar-benar suci.

Baik, mungkin kita akan kehabisan waktu untuk mencari kitab-kitab suci, jangankan kitab suci yang lain, kitab suci sendiri saja jarang kita sentuh. Kalau nda' percaya ya, silahkan saja datang kerumah setiap orang islam, ketok pintunya, ucapkan salam kemudian mintalah Al-qur'an yang berada dirumah orang islam itu, pegang, setelah diberikan, ucapkan terima kasih, angkat telunjuk tuan-tuan hampir dapat dipastikan telunjuk tuan-tuan akan berdebu. Why? karena mereka jarang menyentuh Al-qur'an apalagi membacanya. Waw..Waw....Waaw, apalagi mengamalkannya. Bukankah amalan itu lahir dari penghayatan, penghayatan itu lahir dari paham, paham itu lahir dari membaca, membaca lahir dari menyentuh.


Professor Lord, ahli sekuritis bangsa Rusia beliau mencari kebenaran melalui 12 (dua belas) agama, beliau masuk keagama yang satu pindah keagama yang lain dan akhirnya beliau berhenti pada agama yang ke 12, agama yang ke 12 adalah agama islam, mungkin tuan-tuan bertanya mengapa beliau memilih islam, karena beliau paling benci dengan islam justru karena kebencianya yang luar biasa itulah, membuat beliau jatuh cinta kepada islam, karena itu Addequ mengatakan janganlah kau benci sesuatu dengan amat benci, suatu saat kau akan mencintainya atau sebaliknya janganlah kau mencintai sesuatu dengan amat sangat cinta, suatu saat kau akan membencinya.

Baik, kita buktikan bahwa empat teori tadi terjawab dalam Al-qur'anul Karim.

Yang pertama, Teori Realitifitas : Bahwa tuhan itu mutlak, alam raya ini terbatas. Allah jawab dalam surah yang pendek, padat tapi mengandung bobot tauhid yang luar biasa. Surah Al-ikhlas alias surah Qulhu...mungkin diberi nama Al-ikhlas karena kita paling ikhlas membacanya, bahkan kalau kita menjadi makmum rela menjadi makmum, kalau imamnya membaca Al-ikhlas :), baik bukan itu hikmah Al-ikhlas, Al-ikhlas itu erat kaitannya dengan Laa iqraaha fiidin tidak dipaksa untuk masuk agama Allah agar ia ikhlas memeluk agama Allah, dalam pelaksanaan-pelaksanaan agama Allah penuh dengan keikhlasan-leikhlasan.

Baik, dibalik pendeknya surah Al-ikhlas ini ternyata mengandung bobot tauhid yang luar biasa. Kita buktikan teori realitifitas dijawab oleh Allah "Lam Yalid Wa Lam Yulad, Wa Yakullahu Kuffwan Ahad" tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak satu makhlukpun yang menyerupai-NYA. Mukholatawatulil Hawadits, tidak ada satu makhlukpun yang menyerupai-NYA dan ini juga Allah jawab dalam surah Ar-Rahmaan ayat 25 dan 26, Kullu Man 'alaiha Fan Wa yabqo wajhu robbika dzuljalali walikram, semuanya fana kecuali Allah pengatur alam semesta ini yang Baqa', kekal. Berarti manusia itu terbatas, alam itu terbatas hanya Allah yang mutlak. Allah ada sebelum kata ada itu ada, dan Allah tetap ada sekalipun kata ada itu sudah tidak ada, adanya Allah karena ketiadaan makhluk-NYA. Kalau soal pertanyaan dimana, kapan, bagaiman, siapa yang menciptakan tuhan? Ooww, Fir'aun saja pernah naik diatas menara yang tinggi atas ide arsitek Baal'an. Diatas menara tinggi itu Fir'aun berteriak dengan lantang dan ini Allah abadikan dalam surah Al-baqarah ayat 55, Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang". Mata adalah instrumen yang terbatas, sesuatu yang terbatas maka hasilnya pun terbatas. Nda' usah sombong mata melihat apa yang dilihat, melihat mata itu sendiri mata tidak pernah sanggup. Berarti teori yang pertama sudah terjawab dalam surah Al-ikhlas

Yang kedua, Teori Non Automatic : Bahwa dimuka bumi ini tidak ada yang otomatis, masih ingat saudaraku cerita nabi Ibrahim alaihisalam yang mencari tuhan sehingga beliau terkenal sebagai Khalillullah, kekasih Allah. Karena tauhidnya yang amat sangat luar biasa, ini Allah abadikan dalam surah Al-An'aam ayat 75 sampai 79,75. Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin. 76. Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam." 77. Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku." Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat." 78. Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar." Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. 79. Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.

Allah menjawab dalam doa iftitah : Inniwajjah tu ......Nabi Ibrahim, Wajahkan wajahmu kepada AKU, AKUlah pencipta langit dan bumi.

Yang ketiga, Teori The Mos : Bahwa tuhan itu hanya satu ini Allah jawab lagi-lagi dalam surah Al-ikhlas, agar mengakui tuhan yang satu itu benar-benar ikhlas. "Qulhuwallahu Ahad, katakan Allah itu Ahad". Dan makna ahad berbeda dengan satu, mengapa? sebab satu itu berbilang,  berjumlah, berkali, berbagi. 2:2=1, 2-1=1, 1x1=1. Sementara Allah tidak berbilang, tidak berjumlah, tidak berkali, tidak berbagi. Ahad adalah Esa, Tunggal. Ahad, Allah Ahad. Kemudian satu dalam artian kebenaran, yang benar hanya satu, semuanya salah inipun Allah jawab dalam surah Al-fattah ayat 28. Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi".

Inilah yang dikatakan professor Lord, Jika kamu berfikir sungguh-sungguh, niscaya ilmumu akan memaksa dirimu untuk mencari tuhan. Iqra' baca, iqra' teliti, iqra' observasi, iqra' amati engkau akan menemukan Robb yang menciptakanmu. Siapa yang tau dirinya, dia akan tau tuhannya.
Kemudian ......

Yang empat, Teori Supra Natur Power : yang kaitannya dengan Ruh. Allahu Akbar, Allah menjawabnya dalam surah Al-Israa' ayat 85. Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.

Berarti secerdas-cerdasnya manusia ilmunya amat sangat sedikit, betapa sedikitnya ilmu manusia dan itulah Allah menyatakan, hai manusia kau bertanya soal Ruh, Ruh itu urusanKU.  kau tidak akan pernah tau bentuk warna ruh sebagaimana kau tidak pernah tau bagaimana kau mati, yang pasti, kamu pasti mati.

Subhanallah, ternyata empat teori ini dijawab oleh Al-qur'anul Karim berarti Al-qur'an adalah ajaran, keyakinan yang sangat objektif dapat diterima oleh akal yang sehat karena terbukti melalui pengkajian-pengkajian teori objektifitas. Berarti mereka yang melaksanakan Al-qur'an adalah mereka-mereka yang cerdas dan pintar, mereka yang bangun ditengah malam adalah orang yang cerdas, mereka yang berinfaq karena mengamalkan Al-qur'an adalah orang yang cerdas, mereka yang melaksanakan ibadah haji saat ia mampu adalah orang yang cerdas. Berarti semakin maju zaman, semakin terjawab bukti-bukti kebenaran Al-qur'an. Al-qur'an tidak pernah ketinggalan zaman, bahkan Al-qur'an menjaga zaman. Maka jika kita meninggalkan Al-qur'an berarti kita menjadi manusia-manusia yang tertinggal alias manusia-manusia terbelakang.

Nah, saudaraku pegang teguh kitab suci Al-qur'an, sentuhlah, bacalah, pahami, hayati, amalkan. Belajar kemudian ajarkanlah Al-qur'an.

Semoga posting ini ada manfaatnya. Insya Allah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar